NUTRIGENOMIK new tech

June 9th, 2008 by atie-dajava

NUTRIGENOMIK

Masyarakat dewasa ini semakin meyakini bahwa melalui konsumsi makanan mereka bisa memelihara kesehatan dan menghindarkan diri dari risiko menderita sakit. Mereka yang berusaha mengendalikan kadar kolesterol darah berusaha menghindari lemak hewani. Yang ingin menjaga struktur tulang yang kokoh akan mengutamakan, misalnya, mengonsumsi susu sebagai sumber kalsium. Yang ingin mencegah risiko kanker usus besar (kolon) akan mengonsumsi makanan berserat. Yang ingin mengendalikan berat badan akan memperhatikan nilai kalori makanannya.

Pemahaman masyarakat tersebut muncul karena advokasi atau rekomendasi dari para ahli berbagai asosiasi profesi yang berkaitan dengan makanan dan kesehatan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Rekomendasi tersebut disebarluaskan sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui konsumsi makanan. Namun, masyarakat juga sering bingung ketika dihadapkan dengan kenyataan bahwa jenis makanan yang sama dikonsumsi oleh individu yang berbeda menimbulkan efek yang berbeda pula.

Hal yang kurang disadari adalah walaupun secara genetik memiliki kesamaan hingga 99,9 persen, semua manusia masih menyisakan 0,1 persen perbedaan yang justru menjadi pembeda antarindividu. Dengan kata lain, bisa dipahami bahwa tidak ada dua individu yang semuanya sama persis sekalipun mereka saudara kembar. Dalam perjalanan usia tidak ada dua individu yang memiliki "sejarah" makan dan kegiatan yang sama persis. Demikian pula kondisi psikologis dan fisiologis tubuh manusia tidaklah stabil selama 24 jam.

Hubungan antara konsumsi makanan dan beragamnnya respons pada berbagai individu dengan latar belakang genetik yang berbeda sudah lama diketahui, misalnya pada kasus galaktosemia dan phenylketonuria (PKU). Galaktosemia, pertama kali ditemukan tahun 1917 oleh F Goppart, adalah varian genetik di mana individu sejak lahir tidak memiliki kemampuan memetabolisme galaktosa (tidak memiliki aktivitas enzim galaktosa-1-phosphat uridyltranferase).

Sebagai akibatnya pada individu ini jika mengonsumi makanan yang mengandung galaktosa akan terjadi akumulasi galaktosa dalam darahnya yang berimplikasi munculya berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan pertumbuhan mental. PKU, ditemukan tahun 1934 oleh Asbjorn Folling, adalah varian genetik pada individu yang menyebabkan tidak adanya aktivitas enzim phenilalanin hidroksilase.

Pada individu ini jika mengonsumsi makanan yang mengandung phenilalanin akan terjadi akumulasi phenilalanin dalam darahnya yang bisa berakibat terjadinya kerusakan neurologis. Namun, adanya kedua varian tersebut sudah bisa diketahui sejak dini setelah lahir dan ditangani dengan mengelola makanannya agar rendah galaktosa atau rendah phenilalanin.

Dengan semakin majunya perkembangan ilmu gizi, biologi molekuler, genetika molekuler, patologi, toksikologi, fisiologi, dan bioinformatika telah membawa kemajuan pengetahuan manusia menuju dunia ilmu yang baru yang disebut Nutrigenomik. Nutrigenomik mempelajari interaksi antara komponen bioaktif dari makanan dan pengaruhnya pada pola- pola ekspresi gen.

Dalam hal ini termasuk juga interaksi antara komponen bioaktif dari makanan dengan sitesis protein, degradasi protein, dan modifikasi protein yang keseluruhannya bermuara pada metabolisme sel. Munculnya ilmu baru ini dilandasi oleh beberapa fakta yang telah diketahui hingga saat terakhir ini.
Pertama, zat-zat kimia pada makanan berpengaruh pada gen-gen manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bisa mengganggu ekspresi gen.Kedua, dalam kondisi tertentu atau pada individu tertentu, zat-zat bioaktif makanan bisa menjadi pemicu yang menyebabkan sakit. Ketiga, sejauh mana zat makanan berpengaruh menyehatkan atau menyebabkan sakit bagi individu tergantung pada kondisi genetik masing-masing. Keempat, konsumsi makanan tertentu yang didasarkan pada pengetahuan kebutuhan gizi, status gizi, dan genotipe individu bisa diarahkan untuk mencegah, mengendalikan, atau bahkan menyembuhkan penyakit kronis.

Masyarakat, terutama konsumen memerlukan layanan konsultasi atau konseling untuk memahami arti hasil uji latar belakang genetik dan hubungannya dengan pilihan makanan yang memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Bagi industri pengolah produk pangan jelas bahwa munculnya nutrigenomik tidak bisa lagi dihadapi dengan cara produksi dengan pola lama.Mengingat demikian banyaknya komponen keahlian yang terlibat, industri perlu membangun atau memperkuat kemitraannya dengan berbagai partner bisnis, termasuk institusi penelitian yang relevan. Sekalipun nutrigenomik diawali di negara-negara maju, bagi Indonesia memiliki peluang yang tidak kalah besar untuk memajukan bidang ini.

Tulisan ini bersumber dari :
Prof. Dr. Sri Raharjo, Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada

Do u Had FutuR? This The TiPs..

June 7th, 2008 by atie-dajava

Futhur atau al-Haur Bada al-Kaur ( lemah/malas dalam beribadah
setelah dulunya semangat/rajin ).
Sesungguhnya
fenomena berpaling dari komitmen pada agama ini sungguh telah menyebar
di kalangan kaum muslimin. Berapa banyak manusia mengeluh akan kerasnya
hati setelah sebelumnya tentram dengan berdzikir pada Allah, dan taat
kepada-Nya. Dan berapa banyak dari orang-orang yang dulu beriltizam
(komitmen pada agama) berkata, "Tidak aku temukan lezatnya ibadah
sebagaimana dulu aku merasakannya" , yang lain bekata, "Bacaan
al-qur?an tidak membekas dalam jiwaku", dan yang lain juga berkata,
"Aku jatuh ke dalam kemaksiatan dengan mudah", padahal dulu ia takut
berbuat maksiat.

Dampak penyakit ini nampak pada mereka, diantara ciri-cirinya adalah :
1.
Mudah terjatuh dan terjerumus dalam kemaksiatan dan hal-hal yang
diharamkan (Allah), bahkan dia terus melakukannya padahal dahulu dia
sangat takut terjerumus kedalamnya.

2. Merasakan kerasnya
hati, nasehat tentang kematian tidak berbekas sama sekali dalam
hatinya, demikian juga melihat jenazah dan kuburan.

3. Tidak
mantap dalam beribadah, sehingga anda (akan mendapati orang seperti
ini) tidak menemukan "kelezatan" dalam menunaikan sholat, membaca
al-Qur’an, dan lainnya, serta malas (melakukan) ketaatan dan ibadah,
bahkan mengabaikannya dengan mudah, padahal ia dulu giat serta
bersemangat melakukannya.

4. Lalai dari berdzikir kepada
Allah, serta tidak menjaga lagi dzikir-dzikir syar’iyah (seperti dzikir
pagi dan petang, pent) padahal dulu ia giat dan bersemangat
melakukannya.

5. Memandang rendah kebaikan dan tidak
perhatian kepada amal kebajikan yang mudah dilakukan padahal dulu dia
orang yang paling teguh dan rajin.

6. Selalu dibayangi oleh
rasa takut pada waktu tertimpa musibah atau problematika, padahal dulu
ia tegar serta teguh imannya kepada takdir Allah.

7. Hatinya
cenderung kepada dunia dan sangat mencintainya hingga ia akan merasa
sangat sedih sekali jika ada sesuatu dalam kehidupan dunia ini yang
luput darinya, padahal dulu ia sangat terikat kepada akhirat dan kepada
kenikmatan yang ada di dalamnya, Allah Ta’ala telah berfirman :

"Tetapi kalian memilih kehidupan dunia, sedang kehidupan akherat adalah lebih baik dan lebih kekal." ( al-A?la : 16-17 )

8.
Terlalu berlebihan dalam memperhatikan kehidupan dunianya baik dalam
masalah makan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan kendaraan, padahal
dulu ia lebih mengutamakan untuk mempercantik akhlaqnya dan untuk
komitmen serta berpegang teguh pada agama.

Masih banyak lagi
sebenarnya dampak penyakit ini. Dan sungguh Nabi r telah berlindung
dari al-Haur ba’da al Kaur. Dari ‘Abdullah bin Sarjas a ia berkata,
"Rasulullah
r jika bepergian berlindung dari kesukaran perjalanan, kesedihan saat
kembali dan dari al-Haur ba’da al Kaur (lemah/malas dalam beribadah
setelah dulunya semangat/rajin)

dari Sahl bin Sa’ad a, bahwa Nabi bersabda :
"Sesungguhnya
seorang laki-laki dulunya beramal dengan amal penghuni neraka, dan
sesungguhnya ia adalah penghuni surga, dan ia dulu mengerjakan amalan
penghuni surga, padahal ia adalah penghuni neraka, sesungguhnya
amal-amal itu (tergantung) pada akhirnya." (HR. al-Bukhari 6607)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata :
"Sesungguhnya
ada seseorang yang dia beramal dengan amalan penghuni surga dalam
jangka waktu yang lama tapi diakhir hayatnya dia melakukan perbuatan
penghuni neraka dan ada juga orang yang dahulunya berbuat perbuatan
penghuni neraka tapi dia akhiri hidupnya dengan perbuatan penghuni
surga." (HR. Muslim 2651 dan Ahmad).

Nash-nash hadits diatas
dan selainnya menerangkan kepada kita bahwa yang paling menentukan amal
seseorang itu bukan dari apa yang dilakukannya semasa hidupnya tetapi
dalam keadaan bagaimana ia mengakhiri hidupnya.

Keteguhan/kekokohan hanya dari Allah semata. Allah menguatkan/meneguhk an nabi-Nya, Dia berfirman :
Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka?. (al-Isra? : 74)

Oleh
karena itu Rasulullah r mengajarkan kepada kita agar kita memohon
pertolongan kepada Allah I agar Dia mengokohkan kita diatas agama
Islam, beliau r bersabda :
Wahai yang meneguhkan hati, teguhkanlah hati kami diatas agama-Mu? (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dan sering kali beliau r berkata tatkala bersumpah :
"Tidak, demi Dzat Yang Membolak-balikkan hati." (HR al-Bukhari 7391)

Diantara doa nabi  :
Wahai yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami untuk taat kepadamu." (HR Muslim 2654)

Seorang
yang beriman harus berusaha memeriksa hatinya dan mengetahui penyakit
serta penyebab sakit hatinya, dan berusaha untuk mengobatinya sebelum
hatinya menjadi keras dan akhir hidupnya menjadi jelek. Maka apa
penyebab al-Haur ba?dal Kaur ? dan apa obatnya ?

Sebab-sebab al-Haur ba’dal Kaur adalah :
1. Lemah Iman.
Lemah
iman adalah penyebab kerasnya hati, mudah jatuh dalam kemaksiatan dan
malas dari ketaatan, tidak mendapatkan pengaruh dari (membaca)
al-Qur?an dan shalat. Lemah iman juga mengurangi rasa takut dia kepada
Allah I. Lemah iman juga penyebab banyaknya terlibat debat dan
berbantah-bantahan, tidak adanya perasaan merasa bertanggung jawab
kepada Allah I dan beberapa fenomena lainnya. H

al ini juga
disebabkan sikap menjauh dari teman yang shalih serta majelis ilmu, dan
tersibukkan dengan urusan-urusan dunia serta panjang angan-angan, dan
terjerumus dalam hal-hal yang di haramkan. Maka apabila iman seseorang
lemah, maka berubahlah keadaannya, dari hal yang baik & istiqamah
menjadi tersesat dan berpaling. Maka suatu keharusan (bagi seorang
muslim yang merasakan lemahnya iman) untuk mengobatinya. Caranya adalah
dengan ikhlas (kepada Allah) dan membaca serta merenungkan al-Qur?an
kemudian takut kepada (siksaan) Allah I dan bertaubat dari dosa,
kemaksiatan, takut terhadap akhir kesudahan yang buruk serta mengingat
mati dan akhirat.

2. Jauh Dari Suasana Yang Penuh Dengan Keimanan.
Seperti
majelis ilmu, masjid, al-Qur?an, teman yang shalih, shalat malam,
dzikir dan lainnya. Jauh dari suasana yang penuh keimanan ini akibatnya
adalah berbalik kebelakang (kembali kepada kemaksiatan) . Maka apabila
seseorang jauh dari temannya yang shalih dalam waktu yang lama lantaran
bepergian jauh atau suatu tugas atau semisalnya ia akan kehilangan
suasana yang penuh keimanan yang mengakibatkan lemahnya iman dan tidak
iltizam lagi, apabila ia tidak segera memperbaiki jiwanya.

Berkata
al-Hasan al-Basri : ? Teman-teman kita lebih mahal (nilainya) dibanding
dengan keluarga kita, (hal ini disebabkan) karena keluarga kita hanya
mengingatkan kita kepada dunia, sedangkan teman-teman kita mengingatkan
kita kepada akhirat?. Maka selayaknya seorang muslim menjaga
komitmennya terhadap agama dengan cara bersungguh-sungguh dan berusaha
menjumpai lingkungan yang penuh keimanan.

3. Pengaruh Lingkungan (Yang Jelek)
Jika
seorang yang beriltizam berada ditengah lingkungan jelek, yaitu ia
hidup bercampur dengan manusia yang bangga dengan kemaksiatan yang
dilakukannya dan asyik berdendang dengan lagu-lagu & nyayian,
merokok, membaca majalah, lidahnya menggunjing & mencela orang yang
beriman, dan apabila ia menghadiri suatu majlis undangan atau acara
pernikahan (dikalangan mereka), didapatinya kemungkaran, pembicaraan-
pembicaraan mengenai perdagangan, jabatan, harta serta masalah-masalah
dunia yang mengakibatkan terjatuhnya hati dalam cinta yang mendalam
pada dunia, jika demikian keadaannya maka hati berubah menjadi keras,
dan akhirnya berbalik dari komitmen terhadap agama dan kebaikan kepada
cinta dunia dan kemaksiatan.

Dan apabila ia diuji dengan
harta, dengan istri yang lemah imannya atau anak-anak yang sama dengan
ibunya dia tidak mampu teguh bahkan mundur dan meninggalkan kebaikan
dan keistiqomahan. Jika dia berkumpul dengan keluarga, tetangga dan
teman-temannya yang jelek, mendengar kata-kata yang menyakitkan,
ejekan, dan mendapatkan nasehat-nasehat yang menghalanginya untuk
beriltizam, maka akibatnya ia mundur dari beriltizam dan berbalik
hingga merugi di dunia dan di akhirat.

4. Lemah Dalam Pendidikan Yang Benar (Sesuai Agama).
Jika
seorang muslim tidak menjaga dirinya dengan pemeliharaan, pendidikan
dan perjuangan, ia akan mundur dan berbalik. Maka ia harus meluangkan
waktunya sesaat untuk bertaqarrub/ mendekatkan diri kepada Allah,
menginstropeksi dirinya, mohon ampun dan bertaubat. Dan ia harus
meluangkan waktu untuk mendapatkan ilmu agama, mempelajarinya,
membacanya dan mengulangi pelajarannya. Dan ia harus meluangkan
waktunya sesaat untuk berdakwah, sesaat untuk berdzikir dan membaca
al-Qur’an, hingga ia dapat menjaga amalannya itu.

5. Memandang Remeh Dosa-Dosa Dan Perbuatan Maksiat.
Abdullah bin Mubarak berkata :
Aku melihat dosa-dosa itu mematikan hati,
Mengerjakannya terus-menerus menimbulkan kehinaan
Adapun meninggalkan dosa adalah kehidupan bagi hati
Dan mendurhakai dosa adalah baik bagi jiwamu

Ibnul Qayyim v berkata :
"Sesungguhnya
diantara dampak negatif dosa adalah melemahkan perjalanan hati
(seseorang) menuju negeri akhirat atau menghalanginya atau
memutuskannya dari perjalanan itu. Dan kadang kala dosa juga bisa
memutar balikkannya ke arah belakang (maksiat dan kekufuran). Hati itu
akan berjalan menuju Allah dengan kekuatannya, jika hati itu sakit
lantaran dosa-dosa lemahlah kekuatan yang menjalankannya" . (al-Jawabul
Kahfi hal 140)

Meremehkan dosa-dosa akan berdampak buruk bagi
seseorang, diantaranya menyebabkan bertambahnya dosa, menjauhkan
seseorang dari jalan taubat, dan mengajak untuk tidak menjauh dari
pelaku dosa. Lalu ia akan asyik bersahabat dan duduk bersama mereka
(para pelaku dosa dan maksiat). Bahkan dosa-dosa tersebut mengajaknya
untuk menjauh dari orang shalih dan bertaqwa. Dan ini adalah penyebab
utama seseorang tidak istiqomah di atas jalan yang lurus.

6. Tertipu Dan Kagum Terhadap Diri Sendiri
Tidak
diragukan lagi bahwa menghadiri majelis ilmu dan berteman dengan orang
shalih menunjukkan bahwa pada diri orang tersebut terdapat kebaikan,
akan tetapi jika telah masuk perasaan tertipu dan bangga terhadap diri
sendiri maka hal ini akan memberi pengaruh jelek terhadap pelakunya.
Jika sudah demikian, ia akan merasa telah sempurna dan tidak merasa
butuh berbuat kebaikan dan beramal shalih lagi. Dan jika seseorang
telah kagum terhadap dirinya sendiri maka akan hilang dari dirinya
perasaan takut terhadap akhir kesudahan yang jelek dan ia akan merasa
aman terhadap kesesatan setelah mendapatkan petunjuk. Hal ini merupakan
tanda lemahnya hati dan penyebab seseorang itu mundur kebelakang tidak
istiqamah lagi.

Jika seseorang kagum terhadap dirinya ia akan
tersibukkan dengan mencari aib-aib orang lain dan menyepelekan untuk
memperbaiki aib dalam dirinya. Maka seseorang harus mengobati jiwanya
dengan membuang rasa bangga terhadap diri sendiri kemudian bersikap
tawadhu?, takut serta memperbaiki aibnya dan bertaubat kepada Allah
Ta?ala.

7. Berteman Dengan Orang-Orang Jahat
Seorang teman
mempunyai peranan penting dalam membentuk serta mempengaruhi
kepribadian sahabatnya. Jika seorang teman melihat film-film dan
majalah-majalah yang memberikan mudharat/bahaya (bagi agamanya),
mendengarkan lagu-lagu dan musik, maka ia akan mempengaruhi sahabatnya.
Dan terkadang hal-hal yang dilakukan temannya menyelisihi syariat agama
tapi ia berbasa-basi dan tidak mengingkarinya, terkadang ia melihat
temannya tidak taat beribadah dan meninggalkan sunnah-sunnah nabi, maka
ia pun terpengaruh dan meninggalkan keistiqamahannya.

Oleh
karena itu seseorang harus memilih teman yang shalih yang membantunya
untuk taat kepada Allah, dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa :
"Seseorang itu mengikuti agama temannya, maka hendaknya seseorang melihat siapa temannya".

8. Ada sebab-sebab lainnya yang menyebabkan seseorang meninggalkan keistiqomahan, diantaranya :
#
Lemahnya kesungguhan dalam berpegang teguh (terhadap agama) dan tidak
sabar atas kesulitan-kesulitan dan musibah yang menimpanya.
# Panjang angan-angan, berlebih-lebihan dalam menerapkan hukum agama terhadap dirinya diluar batas kemampuan (ekstrim).
# Penyakit-penyakit hati dan lisan yang menimpanya.
# Kepribadian yang lemah dan sikap selalu mengekor kepada orang lain.
# Kegagalan-kegagalan yang menimpa pada masa lalu dan dia sulit keluar darinya.

Adapula Cara Lainnya Untuk Mengobati Sikap Tidak Istiqamah
1. Ikhlas dan jujur kepada Allah, hal ini adalah sebab terpenting untuk istiqamah dan menjadi baik:

Ibnul Qayyim berkata :
"Sesungguhnya
yang mendapatkan kesulitan dalam meninggalkan maksiat yang disukainya
dan yang sering dilakukannya adalah seseorang yang meninggalkannya
bukan karena Allah. Adapun seseorang yang meninggalkan hal tersebut
dengan jujur, ikhlas dari hatinya karena Allah, ia hanya merasakan
kesulitan di awal kali ia meninggalkannya. Ini semua untuk mengujinya,
apakah ia jujur dalam meninggalkannya ataukah hanya berdusta, jika ia
sabar dalam menghadapi kesulitan ini sebentar saja, ia akan memperoleh
kelezatannya" . (Al-Fawaid : 99)

2. Takut kepada akhir kesudahan/kematian yang jelek
Seorang yang beriman dan jujur harus takut dari akhir kesudahan yang buruk, dan waspada dari penyebabnya. Allah I berfirman :

"(Ya Allah) wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang salih". (Yusuf : 101)

Suatu malam Sufyan ats-Tsauri v menangis hingga subuh, tatkala ia ditanya, ia menjawab :
"Sesungguhnya
aku menangis karena takut suul khatimah / mati dalam keadaan beramal
buruk". (Kitabul aqibah, karya Abdul Haq al-Isbaili 178)
Al-Imam al-Barbahari v berkata :
"Dan
ketahuilah, bahwa sepatutnya seseorang ditemani perasaan takut
selamanya, karena ia tidak mengetahui mati dalam keadaan bagaimana,
dengan amalan apa ia mengakhiri hidupnya, dan bagaimana ia bertemu
Allah nantinya sekalipun ia telah mengamalkan segala amal kebaikan.
(Syarhu Sunnah 39)

Rasa takut dari akhir kesudahan yang buruk
memiliki banyak dampak positif. Perasaan ini akan mendorong seseorang
untuk berserah diri kepada Allah I serta menghadap kepada-Nya dengan
selalu berdoa kepada-Nya. Perasaan takut ini akan mengajaknya untuk
bersungguh-sungguh dalam ketaatan dan menambah sikap istiqamah dan
kebaikan, dan takut dari berbalik mundur kebelakang.

3. Berdoa
Berdo’a kepada Allah agar melindungi kita dari "al-haur badal kaur". Nabi r berdo?a :
"Dan kami berlindung dari al-haur badal kaur" (HR Ahmad dan Muslim 1343, Tirmidzi, Nasai dan lainnya)

Nabi juga banyak berdoa :
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati kokohkanlah hatiku diatas agama-Mu" (HR Tirmidzi)

Kita juga diperintah untuk memohon kepada Allah I agar Dia memperbaharui keimanan dalam hati kita, Rasulullah r bersabda :
"Sesungguhnya
iman dapat menjadi usang dalam rongga (hati) kalian, sebagaimana baju
dapat menjadi usang, maka mintalah kepada Allah agar Dia memperbaharui
keimanan dalam hati kalian". (HR Hakim, terdapat juga dalam as-silsilah
as-Shahihah karya al-Albani no 1585), maka hendaknya kita memperbanyak
berdoa kepada Allah.

4. Kontinyu dalam beramal shalih dan memperbanyak amal shalih.
Sesungguhnya
amal shalih yang dilakukan secara kontinyu oleh seseorang adalah lebih
disukai oleh Allah, sebagaimana sabda Nabi :
"Amal yang paling disukai Allah adalah yang kontinyu walaupun sedikit …." (Muttafaqun alaihi)

Jika
seorang muslim kontinyu dalam beramal shalih sesungguhnya ia akan hidup
dalam kebaikan dan keistiqamahan, jika ia lemah dan tertimpa rasa putus
asa, maka amal-amal kebaikan yang ia lakukan secara kontinyu ini akan
menjadi tiang penyangga untuk istiqamah, mengembalikan jiwa (yang putus
asa), dan menguasai jiwanya. Maka sepatutnya bagi seorang muslim untuk
memperhatikan dalam mengerjakan amal-amal shalih beberapa perkara ini :

a. Bersegera dan berlomba-lomba dalam beramal shalih, Allah berfirman :
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga …" (Ali Imran : 133)

b. Dan terus beramal shalih serta menjaganya :
"Senantiasa
hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku (Allah) dengan amalan-amalan sunnah
hingga Aku mencintainya. .." (HR Bukhari 6137)

c. Lalu
bersungguh-sungguh dalam beramal shalih dan memperbanyaknya kemudian
bervariasi dalam beramal shalih supaya tidak membosankan jiwanya.

5. Ibnu Mas’ud berkata :
?Dahulu Nabi r tidak terus menerus dalam memberi nasehat lantaran khawatir kejenuhan menimpa kami". (Bukhari 68)

Maka
seorang muslim harus mengambil bagian untuk duduk dalam majelis ilmu
yang memberikannya nasehat, dan dibacakan kepadanya kitab-kitab tentang
hal itu.

6. Ada juga cara lain untuk mengobati fenomena ketidak istiqamahan ini, diantaranya :
Berdzikir kepada Allah, merenungkan kehinaan dunia, mengoreksi diri, beramal dan aktif berdakwah.

Akhirnya segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kita berlindung kepada Allah dari al-Haur ba’dal Kaur.

"Ya
Allah (yang membolak-balikkan hati). Tetapkanlah hati-hati kami untuk
selalu taat kepada-Mu. Dan wafatkanlah kami dalam keadaan Husnul
Khotimah."

Nutrisi Kecerdasan Anak

January 30th, 2008 by atie-dajava

Makanan VS Kecerdasan Anak

Makanan anak harus bergizi, mungkin semua orang tua sudah paham. Berbagai kegunaan vitamin juga sudah banyak diketahui. Namun banyak orang tua yang masih menganggap bahwa anak sehat bila fisiknya terlihat sehat. Mengaitkan masalah tumbuh-kembang anak dengan fisiknya saja terjadi karena urusan kecerdasan anak masih dianggap bawaan dari lahir.

Anggapan itu ada benarnya dan ada pula tidak benarnya. Gen, atau faktor keturunan mungkin sedikit banyak punya andil, tetapi dari hasil penelitian para ahli kecerdasan anak itu juga sangat tergantung pada pertumbuhan otaknya.

Pertumbuhan otak sendiri sangat peka terhadap berbagai gangguan. Setiap gangguan seperti kekurangan nutrisi, kekurangan zat asam, cidera, infeksi dan gangguan lain, dapat menghambat aspek pertumbuhan otak, yang akhirnya mempengaruhi kondisi si kecil, kesehatan maupun kecerdasannya.

Dari jumlah nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh-kembang si kecil, ada beberapa nutrisi yang berkaitan erat dengan tumbuh-kembang otak. Di antaranya adalah asam lemak esensial yang banyak terkandung dalam ikan laut (omega-3 dan omega-6), yang penting untuk koordinasi gerak dan daya ingat anak, lalu vitamin A yang dapat memperlancar fungsi otak, vitamin B-12 yang diperlukan untuk pertumbuhan sarung saraf sel otak bayi yang berfungsi sebagai bahan penghantar rangsang (impuls), serta Zn (seng) untuk melancarkan pertambahan sel otak.

Berdasarkan hasil penelitian terakhir para ahli diketahui bahwa dari Omega-3 ada bagian yang disebut DHA (Docosahexaenoic Acid) yang berperan cukup besar pada pertumbuhan otak yaitu untuk pembentukan dan fungsi sel otak, sekaligus untuk perkembangan retina/penglihatan.

Seperti yang telah disinggung di atas bahwa sumber DHA (Omega-3) adalah ikan laut, maka untuk kecerdasan si kecil menu ikan laut sedapat mungkin harus ada dalam makanannya.Anda dapat memilih makanan untuk anak yang dikemas sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak dan dilengkapi dengan DHA.

TIPS to improve your fitness health

October 6th, 2007 by atie-dajava

Here are ten tips
to improve your fitness health. Even athletes who are incredibly fit
may not be really healthy. They often tread a fine line between health
and illness or injury.

1) Listen to your body. As you are training it is easy to become
preoccupied with the repetitions you are doing, or the time you’ve been
exercising. Leave your watch at home and slow down or walk when your
body hurts.

2) To improve your fitness health you need to eat a varied diet.
Five fruit and vegetables a day should be your minimum target. Your
health will improve if you eat at least five different kinds of fruit,
then any vegetables will be a bonus.

3) Take a complete day off from exercise every once in a while. It
doesn’t have to be every week, but doing extra training when you are
tired may have a detrimental effect on your health and fitness. You
become fitter and healthier through rest as much as exercise.

4) Limit the number of supplements you take. Adequate amounts can in
fact be absorbed by modifying the diet without the risks involved by
taking a dietary supplement. Consult a professional dietician.
Many sprinters and power athletes, for example, take creatine
supplements because it gives them a legal edge. There is a risk,
though, as it is possible that they have been contaminated by banned
substances. This is a risk to your fitness health, and a risk
financially if you are a professional athlete.

5) Your health will improve if you minimize the number of tablets
that you take. Paracetamol may seem okay, but you will be surprised how
often a headache can be cured by drinking water, having something to
eat or sitting in a quiet room.

6) You will improve your health and fitness by stretching more. Your
muscles get shorter through exercise, and if you never stretch you will
get injured. One method is to warm up slowly first, then spend several
minutes stretching before the main workout. Stretch thoroughly after
exercise as well.

7) You need to stay hydrated if you are exercising more. This means
drinking water and sports drinks if you are sweating a lot. You lose
minerals in your body while sweating. It is recommended to drink five
glasses of water a day, but if you are working out you need to drink
more than this. Don’t get carried away, though, because it can be just
as dangerous to drink too much as too little.

8) Exercise with other people. You will meet new friends, and your fitness will improve if you have other people to motivate you.

9) Don’t become too competitive as this may harm your health.
Motivation from other people is good, but you should only compete
against yourself. Try too hard to keep up with someone else, and you
could become injured.

function SubmitRating(btn) { ratingchecked = false; if (btn.form.aRating[0].checked) ratingchecked = true; if (btn.form.aRating[1].checked) ratingchecked = true; if (btn.form.aRating[2].checked) ratingchecked = true; if (btn.form.aRating[3].checked) ratingchecked = true; if (btn.form.aRating[4].checked) ratingchecked = true; if (ratingchecked) { btn.form.btnRating.value=btn.value; btn.form.submit(); } else { alert(”Be sure a rating value has been selected to continue.”); } }

10) Have fun! Your health and fitness will improve if you are having fun because you will stick to your exercise program.

Keutamaan Istighfar dan Tata Caranya

September 7th, 2007 by atie-dajava

KEUTAMAAN ISTIGHFAR & METODENYA

~Manusia adalah makhluk yang lemah,..adakalanya ia sering
berbuat khilaf dan dosa tanpa disadarinya,namun sebaik baiknya orang
yang berbuat dosa adalah yang selalu memohon ampunan atas segala
dosa yang ia lakukan.Istighfar merupakan salah satu jalan tuk
memohon ampunan_NYA. Istighfar mempunyai kedudukan yang tinggi
dalam diri seorang hamba,
 

"Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman,
ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun
kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah
yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab
atas mereka dengan nyata".

MAKNA ISTIGHFAR

~Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan
atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya
untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Hal ini dapat dilakukan baik dengan perkataan maupun perbuatan,
"Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni
(mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(At-taghabun 14.)

 
Beberapa kemulian istighfar :
1. Pujian Allah terhadap Al-Mustaghfirin (mereka yg selalu
beristighfar), Allah Swt memuji mereka sebagaimana termaktub dalam
firmannya:
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ
وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ (آل عمران
17)
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang
menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di
waktu sahur"Ali-`Imron 17, dan
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الذاريات18)
"Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar"Adz
Dzariyaat 18. "Ashar" adalah bentuk plural "Sahr" yang berarti
sepertiga malam,waktu ini dikhususkan dengan istighfar, karena
berdo’a diwaktu tersebut amat sangat mustajab.
2. Nabi Muhammad Saw selalu melakukannya, Sebagaimana yang
kita ketahui dari sirahnya Rasulullah selalu melakukan perbuatan
yang terbaik(afdhal) sekaligus juga selalu mudawamah (kontinuitas)
dalam mengerjakannya, Istighfar salah satu amalan yang selalu
dilakukan oleh Rasullullah, Dalam hadist Rasullullah bersabda: Demi
Allah Aku beristighfar dan bertaubat kepada-NYA seratus kali dalam
sehari. HR. Bukhari. Jika Rasullulah Saw yang ma’shum dan dosanya
sudah diampuni baik dimasa lalu maupun di masa akan datang selalu
beristighfar seratus kali dalam sehari, bagaimana dengan kita….?
3. Istighfar merupakan syiar para Anbiyaullah,tidak ada
seorang nabipun yang tidak beristighfar dan selalu mengajak umatnya
untuk beristighfar, Nabi Adam As dan Siti Hawa beristighfar atas
dosa yang telah mereka perbuat, Firman Allah Surat Al-`Araf 23:
Keduanya berkata:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ
(الأعراف23)
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
4. Istighfar merupakan asas ubudiyah,Ketika seorang hamba
beristighfar ia akan merasakan betapa hina dan rendah dirinya, akan
selalu merasakan bahwasanya ia tidaklah ada apa-apanya disbanding
Sang Khalik dan amat sangat membutuhkan-NYA dalam mengarungi bahtera
kehidupan. Maka dianjurkan dalam beristighfar untuk merendahkan
diri, ikhlas kepada-NYA dan tentunya istighfar tersebut tidak hanya
sekedar terucap dengan bibir saja namun hatipun harus digerakkan.
5. Dalam Istighfar ada maslahah yang tidak diketahui oleh
seorang hamba,
para ulama salaf berkata, dosa seorang hamba bisa
membawanya kesurga,dan amal seorang hamba bisa membawanya ke neraka,
mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi?ketika seorang hamba
berbuat dosa,setiapkali mengingatnya ia menangis,menyesal dan
akhirnya bertobat dan beristighfar,tunduk kepada-NYA berusaha
melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut,maka ia
akan mendapatkan rahmat-NYA dan masuk surga,sebaliknya ketika ia
berbuat baik,kemudian riya’,sombong,ta’jub atas pujian orang
kepadanya,maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk
neraka. Tanda-tanda kebahagian adlah menjadikan perbuatan baik
berada dibelkang punggungya dan perbuatan dosa didepan pelupuk mata
sebaliknya tanda-tanda kesengsaraan adalah menjadikan perbuatan baik
dipelupuk mata dan kejelekannya dibelakang punggungnya. Alangkah
beruntungnya seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri dan
memperbaikinya serta melupakan aib orang lain

FAEDAH ISTIGHFAR
Istighfar mempunyai banyak faedah baik didunia maupun
diakahirat,faedah tersebut ada yang memanag langsung kita rasakan
dan ada juga yang diakhirkan oleh Allah SWT sampai hari kiamat,
diantaranya:
1. Menghapus dosa,Istighfar menghapus dosa sebagimana api
membakar kayu baker,yang dimaksud disini adalah istighfar dalam
artian taubat.Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada
Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang"An-Nisa 110
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرْ اللَّهَ يَجِدْ
اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
(النساء110)
Dalam hadist qudsi allah berfirman : "Wahai Hamba-hamba-
KU,Sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa mala dan siang , dan AKU
mengampuni semuanya,jika kalian mohon ampunan kepada-KU,Aku akan
mengampuni"
2. Akan mendapatkan rasa aman dari azab baik secar khusus
maupun umum,
Istighfar mengangkat azab bagi umat baik individu maupun
kolektif,yang disebakan oleh dosa yang dilakukan,jika beristighfar
dan beriman, Allah akan mengnampuninya, sesuai firman Allah SWT:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ
مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
(الأنفال33)
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada
di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,
sedang mereka meminta ampun ", al-Anfal:33
3. Kenikmatan yang baik, Allah akan memberikan kehidupan yang
lebih baik bagi mereka yang selalu beristighfar,mereka mendapatkan
rasa aman, damai dan ketenangan jiwa,Allah berfirman:
وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا
حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ
كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ
يَوْمٍ كَبِيرٍ (هود3)
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat
kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada
waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap
orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu
berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari
kiamat". Huud:3
4. Istighfar sebab turunnya hujan,salah satu sebab turunnya
hujan adalah banyaknya kita beristighfar, Allah berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10) يُرْسِلْ
السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
(نوح11)
maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat", Nuh:10-11
5. Istighfar sebab bertambahnya kekuatan,Istighfar mampu
menyuntikkan kekuatan bagi jasmani dan rohani,dan dengannya mampu
menanggung beban,
Allah berfirman:
وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلْ السَّمَاءَ
عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ
قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (هود52)
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu
bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat
deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu,
dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." Hud :52
6. Menghilangkan kesusahan dan memudahkan rezeki,dengan
istighfar segala keluh kesah akan sirna dan rezeki akan datang
secara tak terduga,
sebagaimana Sabda Rasulullah: Barang siapa yang
selalu beristighfar,maka Allah akan menjadikan keluhkesah
kegembiaran,kesempitan menjadi keleluasaan HR.Ahmad & Abu Daud.
Banyak faedah yang didapatkan dari istighfar, tentunya semakin
sering kita beristighfar semakin dekat kita kepada Sang Khalik,hal
tersebut hendaknya dilakukan secara mudawamah terus menerus tanpa
henti.Sesungguhnya kita adalah makhluk yang lemah kita membutuhkan
istighfar sebagaimana makan dan minum.Istighfar melepaskan hamba
dari perbuatan yang makruh menjadi mahbub (yang dicintai),yang
kurang menjadi lebih sempurna,mengangkatnya ke derajat yang lebih
tinggi/sempurna

*smoga dapat menjadi pengingatku..

Islam Hasan dan Husai (AS)

June 25th, 2007 by atie-dajava

Hasan dan Husain adalah putra Fatimah Azzahra (putri nabi Muhammad SAW), tidak banyak yang mengetahui kejayaan islam sesudah Rasullulah SAW meninggal dunia, yang dilanjutkan dengan pengalihan kekuasaan sampai pada cucu nabi (hasan dan husain).
Mereka memiliki  perbedaan  dalam masa kekalifahannya.

Antara Imam Hasan dan Imam Husain 

Kedua
tokoh yang cemerlang ini adalah dua bersaudara putra Ali AS dan
Fathimah AS. Rasulallah SAW sangat mencintai keduanya dan menyebut
mereka anak-anaknya. Beliau tidak tahan melihat mereka sakit dan sedih.
Beliau berkata: "Kedua anakku ini adalah Imam, baik dalam keadaan berdiri ataupun duduk".
Ungkapan "dalam keadaan berdiri ataupun duduk" adalah isyarat kepada
klaim Imam Husain yang terang-terangan terhadap kekhalifahan,
pemberontakan, dan peperangannya melawan musuh-musuh agama, dan diamnya
Imam Hasan dari tindakan-tindakan tersebut. Nabi juga berkata: "Hasan dan Husain adalah pemimpin-pemimpin kaum muda di surga".

Sesuai dengan wasiat kakeknya, Imam Hasan diangkat sebagai khalifah.
Masyarakat berbaiat kepadanya, dan selama enam bulan dia memikul tugas
mengurus masalah-masalah di negeri-negeri Muslim, kecuali Syam (Suriah)
dan Mesir, di mana Muawiyah berkuasa. Dia berperilaku menurut teladan
ayahnya.

Selama masa itu, Imam Hasan mengerahkan pasukan tentara untuk
memadamkan pemberontakan Muawiyah, tetapi akhirnya menjadi jelas bagi
dia bahwa masyarakat telah dikuasai oleh Muawiyah dan bahwa
panglima-panglima tentaranya telah berhubungan dengan Muawiyah dan
menunggu perintahnya untuk membunuh atau menangkap dirinya. Jadi
terpaksa dia mengusulkan perdamaian.

Imam Hasan mengadakan perdamaian dengan Muawiyah, yang ternyata
tidak memenuhi syarat-syarat yang telah disepakati bersama. Setelah
perdamaian ditandatangani, Muawiyah datang ke Irak.
Dia naik ke atas
mimbar di depan jamaah kaum Muslimin dan mengumumkan: "Aku tidak
memerangi kalian demi agama supaya kalian menegakkan shalat atau
berpuasa. Aku hanya ingin memerintah kalian dan sekarang aku telah
mencapai tujuanku." Kemudian dia berkata lagi: "Perjanjian yang
kusepakati bersama Al-Hasan sekarang berada di bawah telapak kakiku."

Setelah penandatanganan perjanjian dengan Muawiyah tersebut, Imam
Hasan hidup selama 9,5 tahun di bawah dominasi Muawiyah, dalam kondisi
kelam dan sangat menindas. Beliau tidak bisa menikmati keamanan
pribadi, bahkan di rumahnya sendiri pun. Akhirnya, istri beliau,
Ju’dah, meracuni beliau atas suruhan Muawiyah.

Setelah syahidnya Imam Hasan, saudara beliau Imam Husain
menggantikannya sebagai pembimbing umat atas perintah Alloh dan sesuai
dengan wasiat terakhir Imam Hasan. Tetapi situasi dan kondisi tidak
berubah. Muawiyah terus melakukan penindasan dan berhasil menutup
kesempatan-kesempatan Imam Husain.

Setelah kira-kira 3,5 tahun, Muawiyah meninggal dunia, dan
kekhalifahan, yang telah merosot menjadi kerajaan, jatuh ke tangan
anaknya, Yazid. Bertentangan dengan ayahnya yang licik, Yazid bersikap
sombong dan terang-terangan bergaya hidup dengan pesta pora, tidak
senonoh dan kasar. Segera setelah anak muda yang sombong ini memegang
kekuasaan atas masalah-masalah kaum Muslimin, dia memerintahkan
gubernurnya di Makkah untuk meminta sumpah setia Imam Husain, atau
kalau tidak, mengirimkan kepala beliau. Ketika gubernur tersebut
menuntut sumpah setia, Imam Husain mengulur-ulur waktu. Beliau
berangkat ke Makkah dengan rombongannya pada malam hari dan berlindung
di tanah Haram, yang merupakan tempat perlindungan yang diakui semua
orang
.

Setelah tinggal di sana beberapa bulan, beliau menyadari bahwa
Yazid tidak mau mengendorkan sikapnya, dan jika tidak memberikan sumpah
setia, beliau pasti akan dibunuh. Juga selanjutnya ribuan surat datang
dari Irak dalam bulan-bulan tersebut, yang menyatakan dukungan kepada
beliau dan mendesak agar beliau bangkit berontak melawan
penindas-penindas Bani Umayyah.

Imam Husain memahami dari pengalamannya dan dari indikasi-indikasi
serta iklim kemasyarakatan yang ada, bahwa jika beliau melakukan
pemberontakan, beliau tidak akan berhasil. Sekalipun demikian, beliau
memutuskan untuk menolak memberika sumpah setia dan bertempur sampai
mati. Beliau berangkat dengan rombongannya ke Kufah dengan maksud
memberontak.
Di tengah perjalanan, di dataran Karbala (kira-kira 70 km
dari Kufah) beliau berhadapan dengan satu kekuatan musuh yang sangat
besar.

Imam Husain tidak meminta seorang pun untuk bergabung dengan beliau
dalam rencana beliau yang penuh resiko maut itu, dan ia telah
mengatakan tekadnya untuk syahid kepada anggota-anggota rombongannya.
Beliau memberi mereka kesempatan untuk memisahkan diri dari beliau.
Akibatnya, pada hari ketika beliau menghadapi pasukan musuh, beliau
hanya disertai oleh sejumlah kecil orang yang setia dan menyerahkan
nasibnya kepada Allah.
Demikianlah, tentara musuh lalu mengepung rapat
mereka tanpa kesulitan, bahkan menutup jalan mereka untuk mengambil
air. Mereka terjepit antara keharusan untuk memberikan sumpah setia dan
kematian.

Imam Husain tidak menyerah dan tidak memberikan sumpah setia,
melainkan bersiap-siap untuk mati (syahid). Suatu hari, beliau dan
rombongannya memerangi musuh dari pagi hingga sore. Dalam pertempuran
itu, Imam Husain, beserta putra-putra, keponakan-keponakan, dan saudara
sepupu beliau, serta orang-orang lain yang menyertai beliau, yang
semuanya berjumlah tujuh puluh orang, mati terbunuh sebagai syuhada.
Hanya putra beliau, Imam Zaynal-Abidin As-Sajjad saja, yang tak mampu
bertempur karena terlalu sakit, yang lolos dari maut.

Setelah membunuh Imam Husain AS, pasukan musuh menjarah
barang-barang beliau dan menawan sanak keluarga beliau, mengirim mereka
dari Karbala ke Kufah dan dari Kufah ke Damaskus bersama dengan
kepala-kepala para syuhada yang telah dipotong dari jasad-jasad mereka!

Selama berada dalam tawanan tersebut, Imam Sajjad AS dan Zaynab,
saudara perempuan Imam Husain AS, mengemukakan serangan pidato yang
mengungkapkan kebenaran menyangkut tirani Bani Umayyah di depan mata
seluruh rakyat. Imam Sajjad AS mengucapkan khotbah penting di Damaskus,
dan Zaynab mengemukakan serangkaian pidato di Kufah, termasuk
pidato-pidato di depan persidangan gubernur Kufah Ibn Ziyad, dan satu
pidato di depan Yazid di Damaskus.

Bagaimana pun pemberontakan Imam Husain terhadap tirani dan
kezhaliman Bani Umayyah, yang seperti kita lihat, berakibat syahidnya
beliau beserta sanak keluarga dan sahabat-sahabatnya, penjarahan harta
bendanya serta ditawannya istri dan anaknya, merupakan peristiwa yang
bersejarah yang tidak ada bandingannya dalam sejarah. Orang bisa
mengatakan bahwa Islam tetap hidup berkat kejadian ini. Seandainya hal
itu tidak terjadi, Bani Umayyah mungkin telah berhasil mencabut Islam
hingga ke akar-akarnya.

Metode Imam Hasan Berbeda dengan Imam Husain

Walaupun Rasulallah SAW telah menyebut kedua tokoh istimewa ini
sebagai Imam yang sesungguhnya, namun metode yang ditempuh keduanya
nampak berbeda. Sebagian orang bahkan mengatakan bahwa kedua bersaudara
itu memiliki pandangan yang sangat kontras hingga yang satu bersedia
berdamai
ketika dia mempunyai empat puluh ribu orang tentara, sedang
yang lain bertempur sampai mati dan kehilangan anaknya yang masih bayi
dan sahabat-sahabatnya ketika dia hanya mempunyai kawan sebanyak empat
puluh orang (selain anggota keluarganya).

Akan tetapi, suatu penelitian yang cermat akan membuktikan hal yang
sebaliknya dari pandangan di atas. Kita lihat bahwa sementara Imam
Hasan AS hidup selama kira-kira 9,5 tahun di masa pemerintahan Muawiyah
tanpa secara terbuka menentangnya, Imam Husain AS juga hidup selama
jangka waktu yang kira-kira sama dalam masa pemerintahan Muawiyah
setelah saudaranya dibunuh, tanpa melakukan pemberontakan atau
penentangan secara terbuka.

Oleh karena itu, kita harus mencari sebab yang sebenarnya dari
perbedaan lahiriah ini dalam kebijaksanaan Muawiyah yang berbeda dengan
kebijaksanaan Yazid, bukan pada perbedaan pandangan antara kedua Imam
tersebut.

Kebijaksanaan Muawiyah tidaklah didasarkan sikap yang
berlebih-lebihan. Dia tidak secara terang-terangan mencemoohkan
hukum-hukum agama. Dia menampilkan dirinya sebagai salah seorang
sahabat Nabi SAW dan penulis wahyu. Karena saudara perempuannya adalah
salah seorang dari istri-istri Nabi SAW yang terkenal dengan sebutan
Ummahatul-Mu’min (Ibu Kaum Mukminin), maka dia lalu menyebut dirinya
"Paman Kaum Mukminin". Dia telah dipersiapkan dengan cermat untuk
menjadi orang besar oleh khalifah kedua, yang memperoleh kepercayaan
penuh dan penghargaan tinggi dari masyarakat.

Di samping itu, Muawiyah umumnya mengangkat sahabat-sahabat Nabi SAW
yang dihormati dan dihargai masyarakat, seperti Abu Hurairah, Amr ibn
Ash, Yusr, dan Mughirah ibn Syu’bah, untuk menduduki jabatan-jabatan
pemerintahan dan jabatan-jabatan penting lainnya di masyarakat, dan
dengan demikian memperoleh kepercayaan masyarakat. Banyak ceritera yang
beredar di masyarakat mengenai keutamaan sahabat-sahabat Nabi ini,
kedudukan mereka yang istimewa di bidang agama, jaminan pengampunan
bagi mereka, dan sebagainya. Demikianlah, apapun yang dilakukan
Muawiyah, jika itu bisa dirasionalisasikan atau diberi pembenaran, para
pengikutnya ini akan merasionalisasikannya atau memberinya pembenaran.
Dan jika hal itu tidak mungkin dilakukan, maka mereka akan membungkam
protes yang muncul dengan cara, pertama, memberikan uang suap yang
besar, dan kedua, jika itu gagal, dengan pembunuhan. Puluhan ribu
pengikut Ali yang tak berdosa (tak bersalah–), orang-orang Muslim
lainnya, dan bahkan sahabat-sahabat Nabi SAW menemui ajalnya dengan
cara demikian.

Dalam setiap apa yang diperbuatnya, Muawiyah memakai topeng
keshalehan. Dia juga memperlihatkan sikap penyabar, dan dengan
kelemahlembutannya dia memperoleh kecintaan masyarakat. Dia bahkan
menjawab hinaan dan cercaan yang dilontarkan kepadanya dengan humor dan
kemurah hati. Inilah pendukung kebijaksanaan-kebijaksanaannya.

Dia memperlihatkan penghormatan lahiriah terhadap Imam Hasan dan
Imam Husain AS dan mengirimkan kepada keduanya hadiah-hadiahn yang
mahal. Akan tetapi, dia juga mengumumkan dengan terbuka bahwa
barangsiapa yang meriwayatkan sebuah hadis yang memuji keutamaan Ahlul
Bayt, maka dia akan menanggung resiko kehilangan harta atau nyawanya.
Sebaliknya, barangsiapa yang meriwayatkan hadis dengan memuji para
sahabat Nabi SAW, dia akan mendapat hadiah.

Muawiyah memerintahkan khatib-khatib untuk mengutuk Ali AS dan
memerintahkan pembunuhan terhadap pengikut-pengikutnya di mana pun
mereka ditemukan. Perintah ini dilaksanakan dengan semangat sedemikian
rupa sampai-sampai banyak musuh Ali AS sendiri yang dibunuh karena
dituduh bersimpati kepada Ali.

Apa yang diuraikan di muka membuat jelas bahwa bagi Imam Hasan,
memimpin pemberontakan terhadap Muawiyah hanya akan merugikan Islam
saja. Pemberontakan seperti itu hanya akan berakibat tumpahnya darah
beliau dan pengikut beliau secara sia-sia. Bahkan bisa dibayangkan
bahwa Muawiyah akan menyewa orang-orang yang berhubungan dengan beliau
untuk membunuh beliau dan kemudian memperlihatkan sikap berkabung untuk
mendinginkan emosi masyarakat. Kemudian dia akan memerintahkan
pembunuhan besar-besaran terhadap orang-orang Syiah dengan alasan balas
dendam atas kematian beliau, seperti yang dilakukannya dalam kasus
Utsman ibn Affan.

Sebaliknya, gaya politik Yazid sama sekali tidak mirip dengan
ayahnya. Dia adalah seorang pemuda yang sombong, yang tidak mengenal
logika lain kecuali kekuatan, dan tidak pernah mempertimbangkan
pandangan masyarakat.

Pada tahun pertama pemerintahannya, dia membunuh keturunan-keturunan
Nabi SAW! Tahun kedua, dia menjarah Madinah dan mebiarkan
serdadu-serdadunya melakukan pembunuhan dan perampokan di kota tersebut
selama tiga hari. Tahun ketiga, dia merusak Ka’bah!

Dengan demikian, pemberontakan Imam Husain memperoleh simpati
masyarakat yang mendalam dan terang-terangan, yang mula-mula mengambil
bentuk pergolakan berdarah dan selanjutnya membawa sejumlah besar kaum
Muslimin berbuat sesuai dengan kecintaan fitri mereka terhadap
kebenaran, dan muncul sebagai pengikut-pengikut setia Para Pewaris Nabi
SAW.

Itulah sebabnya Muawiyah telah melarang Yazid bertindak menekan Imam
Husain AS. Tetapi mana bisa kesombongan dan kemabukan Yazid
menyadarkannya untuk bertindak sesuai dengan kepentingan dan
kebaikannya sendiri?

Sumber:

INILAH ISLAM

Terjemahan dari: "Islamic Teachings: An Overview"

Al-Allamah Sayid Muhammad Husain Thabathaba’i

Ujian.. Bentar Lagi.. Slalu Ujian^_^

March 23rd, 2007 by atie-dajava

                            **Ujian…? **

Itulah mungkin kata yang terpikir oleh kita
akhir-akhir ini. Setiap mata memandang hanyalah antrian mahasiswa yang
memenuhi halte bus. Tiap kali mau naik mobil, mahasiswa bergelayutan di
delapan puluh coret atau enam puluh lima kuning lah yang nampak. Ya
sebentar lagi ujian. Beruntunglah bagi Anda yang sudah mempersiapkan
diri baik-baik sejak jauh hari.

Tatkala mendengar kata "ujian" kebanyakan kita masih
menganggapnya sebagai kata angker.

Ujian, imtihan, ulangan, tes, seakan
menjadi beban yang menyusahkan
. Padahal
ujian adalah sebuah keniscayaan
dalam hidup ini
. Tidak ada makhluk hidup yang tidak mengalami ujian.
Justru memalui ujian ini derajat kita akan meningkat. Allah  berfirman,
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa
diantara kamu yang lebih baik amalnya.”


Oleh karena itu ujian adalah penting bagi kita.
Ujian akan membuat sesuatu menjadi terukur. Akan mendorong kita untuk
selalu meningkatkan potensi diri kita. Dengan ujian kita akan tahu
siapa diri kita yang sesungguhnya.
  Kemampuan apasaja yang sudah kita
miliki
. Berapa banyak ilmu yang sudah kita kuasai. Berapa juz Al-qur’an
yang sudah kita hafal. Semua itu akan kita ketahui setelah melewati
ujian.

Jadi yang menjadi masalah bukan ada tidaknya ujian,
tapi bagaimana cara menyikapi ujian. Dan itu butuh ketrampilan. Dari
soal yang sama bisa jadi akan menimbulkan masalah yang berbeda. Ada
yang senang dan ada juga yang sedih. Maka jika kita salah dalam
memasang rumusnya, maka akan salah pula dalam menjawab dan menyikapi
ujian tersebut.

Secara umum sikap dalam menghadapi ujian
ini dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan.

  • Golongan pertama adalah
    jenis mahasiswa yang menyikapi ujian dengan membayangkannya sebagai
    suatu beban yang sangat berat. Tipe
    ini pada umumnya akan mudah terjatuh. Ia menganggap ujian yang akan
    dihadapinya adalah beban yang sangat berat dan sulit untuk dipecahkan.
    Baginya, ujian adalah rentetan penderitaan. Ia tidak mengetahui ujung
    dari ujian itu, bisa jadi karena tertutup oleh tebalnya mukoror. Sampai
    ada yang nekad tidak masuk ujian. Alasannya satu, takut. Padahal
    realitanya ujian tidak seberat apa yang ia bayangkan.

HAl ini akan dipersulit oleh dirinya
sendiri. Bukan oleh keadaan yang memang benar-benar sulit.

  • Golongan kedua adalah  yang menyikapi ujian
    dengan menganggapnya sebagai sesuatu yang ringan. Persiapan bisa
    mendadak. ‘Sistem Kebut Semalam’* (Gw banget..Red) biasanya menjadi alternatif utama.
    Belajar kalau ujian sudah dekat. Menghafal al-Qur’an bila hari imtihan
    tinggal hitungan jari. Belajar karena ujian.  Padahal guru kita waktu
    SD dulu mengajarkan bahwa justru dari ujian itu kita belajar. Bukan
    belajar semata-mata karena ujian.

Belajar yang dilakukan hanya untuk ujian, ketika
ujian selesai, ilmu yang dipelajari dan dihafal biasanya juga
ikut-ikutan selesai. Yang membekas hanyalah rasa lelah dan letih. Uang
habis untuk membeli dan memphotocopy mukoror dan talkhisan, pulsa
berkurang karena digunakan untuk menelepon kawan-kawan menanyakan
tahdidan. Hanya sebatas itu. Padahal masyarakat menilai bahwa kita
belajar semua cabang ilmu. Sehingga ketika kembali ke tanah air sudah
mengantongi segudang ilmu yang siap ditransfer kepada umat.

  • Golongan ketiga adalah  yang menghadapi
    ujian dengan sikap tenang. Serius tapi santai, santai tapi serius. Ia
    mampu memetakan medan yang akan ia terjuni. Jauh-jauh sebelum hari ‘H’
    sudah mempunyai gambaran tentang ujian. Ia tahu bahwa semua ujian ini
    pasti terukur. Tidak mungkin Allah memberikan ujian yang tidak bisa
    dipecahkan.

Belajar adalah tugas utama yang mulia.

Sumber : http://abunasr.multiply.com/journal?&page_start=20

Muhasabah..Renungkanlah

March 18th, 2007 by atie-dajava

Bagus buat kita renungkan

Dari MyQ Wiki

Orang
Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian, berikanlah waktu anda
dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan hikmah buat kita
semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya,
Wassalam

INFORMASI PENERBANGAN GRATIS
AL-JENAZAH  AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM

Bila kita   akan ‘berangkat" dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana   informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui  Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Di mana penerbangan bukannya dengan   Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah   Airlines.
Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi   amalan yang tak lebih dan tak kurang.

Di mana bajunya bukan   lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan  putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang   suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi   ’Laailaahaillallah’
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail   dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi,  tetapi sekedar kain yang diwangikan.

Di mana tujuan mendarat bukannya   Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau
Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC   dan permadani, tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai   imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa

Apakah kita layak ke  tujuan yang diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di   mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir   apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena   itu tak perlu bimbang.

Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak   perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan   cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan  tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan,   anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim  ibu.

YA!BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di   sebelah anda.

Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Oleh karena   itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat!   Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’.
Cuma perlu ingat!! Nama anda  telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan….

Saat penerbangan anda berangkat…tanpa doa Bismillahi
Tawakkaltu ‘Alallah, atau ungkapan selamat jalan. Tetapi Inalillahi Wa
Inna ilaihi Rajiuun…. Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT? ‘Orang yang cerdas adalah orang
yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan
mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya.’ ASTAGHFIRULLAH
3X, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga… Amiin WALLAHU
A’LAM

Catatan:

Penerbangan ini berlaku untuk segala umur…tanpa kecuali, maka
perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini…..sangat tidak bijak
dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.
SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:

1.      Keluarga


2.      Hartanya


3.       Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;

1.      Keluarga dan Hartanya Akan Kembali


2.      Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad…Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..

 Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu      Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu      Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu      Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu." 

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan…

 Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat,     Mengapa Kini Terkulai Lemah  Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih,      Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara  Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar,      Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa  Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia,      Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"  

Ketika Mayat Siap Dikafan…Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai Fulan Anak Si Fulan

 Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha      Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan...      Kini Kau Tengah Berada Dalam ..     Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal      Kau Telah Keluar Dari Rumahmu      Dan Tidak Akan Kembali Selamanya      Kini Kau Tengah Safar Pada..     Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."  

Ketika MayatDiusung…. Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..

 Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan      Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat      Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."  

Ketika Mayat Siap Dishalatkan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..

Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat      Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik      Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."  

Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara Memekik Dari Langit,"Wahai Fulan Anak Si Fulan…

  Apa Yang Telah Kau Siapkan   Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan   Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan...      Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis      Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka      Dahulu Kau Bertutur Kata,      Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."  

Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian….Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku…..

     Kini Kau Tinggal Seorang Diri      Tiada Teman Dan Tiada Kerabat      Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..      Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri      Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku      Hari Ini,....      Akan Kutunjukan Kepadamu      Kasih Sayang-Ku      Yang Akan Takjub Seisi Alam      Aku Akan Menyayangimu      Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".  

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang

 Kembalilah Kepada Tuhanmu      Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya      Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku      Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"  

Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat
mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda
"wakafa bi almauti wa’idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi
pelajaranbagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin….

Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja…
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan  ini…

Mari berlomba dalam
kebaikan.

Function Of Omega 3

March 15th, 2007 by atie-dajava

OMEGA3

Omega-3 fatty acids are considered essential fatty acids, which means that they are essential to human health but cannot be manufactured by the body. For this reason, omega-3 fatty acids must be obtained from food. Omega-3 fatty acids can be found in fish and certain plant oils. It is important to maintain an appropriate balance of omega-3 and omega-6 (another essential fatty acid) in the diet as these two substances work together to promote health. Also known as polyunsaturated fatty acids (PUFAs), omega-3 and omega-6 fatty acids play a crucial role in brain function as well as normal growth and development.

There are three major types of omega 3 fatty acids that are ingested in foods and used by the body: alpha-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA), and docosahexaenoic acid (DHA). Once eaten, the body converts ALA to EPA and DHA, the two types of omega-3 fatty acids more readily used by the body. Extensive research indicates that omega-3 fatty acids reduce inflammation and help prevent certain chronic diseases such as heart disease and arthritis. These essential fatty acids are highly concentrated in the brain and appear to be particularly important for cognitive and behavioral function. In fact, infants who do not get enough omega-3 fatty acids from their mothers during pregnancy are at risk for developing vision and nerve problems.

As mentioned previously, it is very important to maintain a balance between omega-3 and omega-6 fatty acids in the diet. Omega-3 fatty acids help reduce inflammation and most omega-6 fatty acids tend to promote inflammation. An inappropriate balance of these essential fatty acids contributes to the development of disease while a proper balance helps maintain and even improve health. A healthy diet should consist of roughly one to four times more omega-6 fatty acids than omega-3 fatty acids. The typical American diet tends to contain 11 to 30 times more omega-6 fatty acids than omega-3 fatty acids and many researchers believe this imbalance is a significant factor in the rising rate of inflammatory disorders in the United States.

In contrast, however, the Mediterranean diet consists of a healthier balance between omega-3 and omega-6 fatty acids and many studies have shown that people who follow this diet are less likely to develop heart disease. The Mediterranean diet does not include much meat (which is high in omega-6 fatty acids) and emphasizes foods rich in omega-3 fatty acids including whole grains, fresh fruits and vegetables, fish, olive oil, garlic, as well as moderate wine consumption.



Uses

Studies suggest that omega-3 fatty acids may be helpful in treating a variety of conditions. The evidence is strongest for heart disease and problems that contribute to heart disease, but the range of possible uses for omega-3 fatty acids include:


High Cholesterol

Those who follow a Mediterranean-style diet tend to have higher HDL ("good") cholesterol levels. Similar to those who follow a Mediterranean diet, Inuit Eskimos, who consume high amounts of omega-3 fatty acids from fatty fish, also tend to have increased HDL cholesterol and decreased triglycerides (fatty material that circulates in the blood). In addition, fish oil supplements containing EPA and DHA have been shown to reduce LDL ("bad") cholesterol and triglycerides. Finally, walnuts (which are rich in ALA) have been shown to lower total cholesterol and triglycerides in people with high cholesterol

Tips Bwat yang seneng NgemiLL

March 9th, 2007 by atie-dajava

                

             

      

                  

         

               
             Tips Ngemil yang Sehat
               
Ngemil  salah satu cara mendapatkan kepuasan dari himpitan tekanan
hidup. Padahal, semakin sering ngemil, seseorang makin sering dikejar
rasa bersalah karena dihantui kegemukan dan berpola hidup tak sehat.
Tak perlu cemas, ada cara ngemil sehat yang bisa Anda coba berikut ini:


1. Ngemil biasanya datang karena stres.

Ya, makan hanyalah pelarian dari kondisi tersebut. Oleh karenanya,
temukan penyebab stres Anda hingga tak mencoba mencari penghiburan
lewat makanan yang tak menyehatkan. Khusus untuk ibu hamil yang
biasanya memiliki mood tak menentu, sediakan camilan sehat terdiri dari
buah-buahan atau sayuran.


2. Sebaiknya stok lemari makan atau kulkas Anda dengan makanan sehat mengenyangkan.

Seperti popcorn, roti kering, nasi goreng, jus buah tanpa pemanis,
buah dan sayur segar, yogurt rendah lemak, keju rendah sodium dan
lemak. Gunakan juga garam substitusi jika Anda membutuhkan.


3. Untuk waktu senggang Anda, sediakan jus anggur atau pir.


4. Pilihlah makanan ringan yang sarat serat, misalnya apel dengan kulitnya.


5. Hindari camilan kaya lemak rendah gizi seperti es krim, keripik kentang dan lainnya.

6. Jangan terlambat makan siang.
   

Pasalnya, makan
siang yang terlambat, akan membuat Anda merasa lapar kembali tiga jam
setelah makan. Kalau tidak ngemil, kecenderungan makan dalam porsi yang
lebih banyak pada makan malam.

7. Ngemil dilakukan orang saat mood sedang buruk atau stres.

Terkadang, saat keinginan ngemil muncul, kita tidak tahu apa yang
sebetulnya kita rasakan. Berikut jenis camilan sehat sesuai mood.
1. Saat bosan: pilih popcorn, wortel, roti batang, asinan, atau nasi goreng sebagai cemilan.
2. Saat kesepian: pilih es krim rendah lemak, yogurt tanpa lemak,
pisang atau mangga, sup ayam, keju rendah lemak dengan buah, susu
rendah lemak dan kue atau biskuit.
3. Saat Anda merasa betul-betul lapar: sebaiknya konsum keju rendah
lemak plus buah, yogurt dan buah, sereal dan susu, roti dengan selai
apel, pisang dan segelas susu rendah kalori, atau secangkir sup panas
dengan sayur dan biskuit.
4. Jika Anda haus: puaskan dengan minum air putih, jus buah, perasan jeruk, semangka, anggur, atau buah kesukaan lainnya.